Senin, 12 Januari 2015

RENUNGAN

Ketika anda sadar ilmu dan hartamu tidak mampu melawan takdir yang membawa di antara ke pastian masa depan itu yang sebenarnya hidup. hanya kejernihan pikiran yang menumbuhkan akar sadar. ketenangan hati yang melahirkan ke ikhlasan. nurani yang menuntun pengabdian yang akan mempertemukan imam sejati yang di dalam diri sehinga terbuka sebuah tabir rahasia antara hampa dan tuhan. hanya meraka yang memahami ajaran nabi dengan benar yang mampu mengadapi badai kehidupan di antara awan keputus asaan dan hanya satu orang pemandu yang bisa membawa cahaya terang pada jalan kebenaran berdiri tegak di atas samudra derita menatap jelas cahaya surgawi . ini islam ini iman.

ALLAH bertutur kata kepada hamba terkasihnya " yang menyembahku dengan ilmuku dia bukanlah penyembahku tapi pemuja kekuasaanku dia akan memperoleh kekuatanku dan akan melahirkan kesombongan sehinga merajalela terhadap ciptaanku dan juga berani melawanku. juga yang menyembah dengan ketakutan siksaku dia sebenarnya bukan penyembahku tetapi penyembah pikiran dan angan - angannya dia akan memperoleh kepalsuan dan akan dekat dengan segala keraguan sehingga berani menjual ayat - ayatku. begitu juga yang menyembah karna mengharap karuniaku dia bukanlah penyembahku tapi penyembah dari hawa nafsunya".
wahai hamba mendekatlah aku jangan dengan ilmuku juga jangan dengan kekuatanmu hanya akan semakit menjauh dari padaku dekat lah ke aku dengan kepasrahanmu jangan dengan bekalmu. keluarlah dari pikiran keluarlah dari angan-angan. hanya dirimu yang sejati yang mampu menyembahku bukan karena apapun dan juga siapapun. dirimu yang sejati lebih kuat dari surga dan neraka. lebih kuat dari apa yang ada. dikabul sebelum do'a karna engkau dari padaku sedang alam dari padamu. antaramu dan antaraku tiada pelantara maka datanglah kepadaku dengan dirimu yang sejati.

Rahasia ISLAM yang sebenarnya tidak pada Qur'an tidak pada Hadist tapi pada perjalanan hidup Nabi itu sendiri, bagaimana Nabi mengembala, berdagang disini lah lahirnya ilmu mengabdi kan diri dengan ALLAH dan juga ilmu tata negara bagai mana membangun madinah, hanya orang yang mengenal dan mendalami perjalanan hidupnya yang tahu apa yang sebenarnya dirasakan dan dipikirkan Nabi untuk umatnya. di akhir kehidupannya hanya menginginkan umat nya menjadi satu seperti satunya tubuh dengan anggota badannya, sebagai umatnya di akhir mari keluar dari berhala harga diri, aliran, partai-partai, sekte, ormas kalau merasa umat MUHAMAD jangan mengaku ISLAM kalau belum bisa mencintai orang lain melebihi diri dan keluarga, jangan pernah bangga dengan ISLAM kalau belum bisa mewujudkan cita-cita Nabinya menyatukan dunia dalam tatanan agama ALLAH, menebarkan aroma surga, menebarkan irama langit menselaraskan kerajaan langit.

Karena nabi adam dan siti hawa memakan buah khuldi manusia memperoleh kenikmatan dan kebarokaan hidup didunia hanya satu derajat, karena hanya memiliki satu derajat tidak akan pernah ada ketenangan hidup didunia sebelum jiwa dan jasmani nya di tebus ke ALLAH dengan berkorban [kifaroh], bagi yang telah berkorban dengan harta dan jiwa ALLAH memberi derajat lebih tinggi di dunia dan akhirat, bagi mereka tiada pernah susah dan bersedih hati, kebahagiaan hidup di dunia menikmati surga sebelum memasuki nya. kifarah adalah bukti syahadat sebagai saksi dari kesempurnaan iman kepada ALLAH tanda bahwa kita telah ISLAM bukan karena keturunan bukan juga karena takut dengan NERAKA atau karena SURGA tapi kesadaran

Selamat menikmati hari penuh kebingungan, kehilangan tidak jelas apa yang hilang, galau tidak jelas apa yang di galaukan, detik detik akhair zaman kesengsaran menuju zaman kemakmuran, hanya orang orang yang menjaga iman di hati yang bisa memasuki pintu zaman kemakmuran yang didalamnya tidak ada lagi ketidak adilan, kemiskinan, kebodohan, saat langit telah kembali biru waktu keadilan telah tiba pemisahan umat manusia dari yang dholim dilakukan, dunia hanya untuk orang orang beriman, selamat tinggal orang lemah iman, nikmat awan kesepian, kehilangan nikmat didunia sebelum masuk alam kematian

TRISULA WEDA weda dlm ajaran krisna sebagai pembersih diyu ( hawa nafsu ) dalam tingkatan tersamar. Bila di pahami trisula weda adalah cara membersikan jasad jiwa dan roh. kalau seorang muslim mampu melakukan pembersihan secara total barulah bisa dikatakan seorang mukmin sejati.di masa sebelum islam sastra weda hanya di ajarkan untuk kalangan tertentu yakni calon raja, pendeta, para nabi dan rosul. di antara golongan yang ada hanya para rosul yang boleh mengajarkan pada semuanya. setelah jaman islam weda tidak bisa di ajarkan lagi sebab telah di sempurnakan kedalam satu syareat sholat. orang islam di zaman mengenal sholat lebih hanya sebatas kewajiban dan rutinitas tanpa tahu apa sebenarnya yang sedang di kerjan. jadi wajar kalau banyak kemaksiatan di jaman ini di lakukan oleh orang orang islam, padahal andai mereka tau bahwa Allah menyiapkan mereka untuk jadi kholifah di muka bumi untuk menyebarkan rahmat ke seluruh alam. banyaknya benca alam yang ada sebagai besar rasa cinta Allah kepada para hambanya. sebagai jawaban do'anya Nabi yakni islam menjadi satu agama di dunia .sebenar waktu bukan tidak kabulkan karna sudah di pinta raja iskandar zulkarnaen. di masa raja iskandar zulkarnaen beliau pernah berdo'a supaya di beri kekuasan ke seluruh dunia, di masa beliau hidup baru setengah dunia dan akan di terus di akhir zaman. jadi kalau negeri tidak pernah ada kedamaian dari zaman syalendra sampai sekarang karna tidak tau di tahan ini awal berdirinya kerajan allah, selama tidak menjalankan sistim tuhan tidak akan pernah ada kemakmuran dan keadilan. trisula weda bisa jadi modal dasar menata diri, keluarga dan masyarakat. didalam diri kita sudah di tanam tata negara Allah. bila kita bisa membersikan 9 jiwa akan terlahir jiwa yang penuh kebijaksaan, kalau bisa membersikan 9 ruh akan melahirkan pancaran cahaya illah sehingah terbuka segala rahasia, dan akhirnya bisa jadi sahabat nabi walau tidak hidup di zamannya, melihat dan merasakan surga meski masih didunia menyaksikan berdirinya kejayan islam di pengujung zaman.

Ilmu yang ada sekarang cendrung melupakan kebenaran sehingah lupa apa pada yang telah diberikan TUHAN berupa akal untuk berfikir, hati untuk menimbang, nurani untuk memutuskan persoalan tidak pernah di gunakan padahal TUHAN setiap saat selalu mengajak bicara lewat kejadian yang ada untuk menyaksikan kebesaran kuasanya. telah aku pisahkan engkau dari orang-orang yang mencintaimu dan aku dirikan pintu pintu ku untuk mengenalku. saat ilmu dan harta tidak bisa menjawab persoalan pintu kerajaan tuhan terbangun.  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar