Senin, 12 Januari 2015

UNTUK NEGARAKU

     Sa'at ulama, cendikiawan, orang - orang pintar, pendeta dan pertapa tidak jujur menyampaikan ilmunya karena takut kehilangan pengikutnya dan tak mau meningalkan masa lalu untuk menuju masa depan. bersiap - siaplah kehilangan apa yang di bangakan karena siksa bagi orang - orang berilmu di angkat setinggi-tingginya derajat di masyarakat dan akan di jatuhkan sehina-hinanya, meningal dunia dalam rasa kecewa yang dalam.
    Ketika kepala negara, pemerintah, para politikus takut kehilangan jabatan dan masa depan anak cucunya, akan banyak tipu daya menipu dengan kedok membangunan, memeras dengan alasan pajak, menindas alasan hukum, menginjak yang lemah melindungi yang kuat. bersiap-siaplah terpisah dari teman, shahabat dan kekasih. anak dan istri akan mengkianati menghabisi apa yang kau cari.
 
    Bila masyarakat di hantui ketakutan,rasa bimbang,malu untuk melangka menuju masa depan bersiaplah melihat kehancuran. perampokan menjadi pemandangan, pemerkosaan menjadi hiburan, tawuran menjadi kebiasaan. semuanya sudah menjadi sunahtullah dalam rantai makanan, orang bodoh makanannya orang pintar, orang pintar makanannya orang alim. kalau banyak paranormal, ulama, pendeta pasti banyak juga koruptor dan prostitusi. kalau banyak koruptor dan pelacur karena pengusaha yang curang. banyaknya pengusaha curang karena banyak orang yang tidak kenal dan tahu siapa dirinya. karena tidak kenal diri lupa diri tidak tahu diri jual harga diri, kalau diri nya saja bisa dijual apa lagi agama dan negaranya.          
     Dalam kondisi saat ini hanya ada satu jalan kembali ikuti agama ALLAH dengan murni dan ikhlas hati menerima takdir bahwa setiap bangsa punya seorang yang dibimbing dan tunjuk untuk memperkenalkan rahasia kekuasaanya untuk menata dunia dalam konsep tuhan yakni negara dalam agama artinya masyarakat yang bersama dalam berumah,bekerja dan beribadah,misalnya satu desa punya badan usaha yang mana ke untungannya di buat untuk keperluan masyakat desa dari kebutuhan dapur sampai perumahan. bila bangsa ini mau mencari dan menerima agama ALLAH dengan sadar dan ikhlas tentu sudah lama menemukan seorang yang dipilih untuk membawa negeri ini kedalam masyarakat adil makmur sejaterah sampai anak cucu. tapi sayang lebih percaya sama ilmu yang di miliki padahal ilmu yang ada padamu itu bukan ilmu mu, ilmu mu yang sebenarnya apa yang telah kau jalani. yang didapat dari membaca, mendengar, belajar itu ilmu orang lain jangan menyalakan sebelum pernah salah, jangan pernah merasa ahli hukum sebelum pernah terhukum, jangan bicara hal yang belum pernah dijalani. kembalilah ketuhanmu sebelum terlambat, sa'at berjalannya komet melewati bumi pintu pengadilan ALLAH segera di buka, kerajaan ALLAH berdiri panji tauhid segera di kibarkan hukum TUHAN di berlakukan ke mana pun kau sembunyi akan terkejar 

" BILA KEBENARAN DATANG KEBATILAN AKAN MUSNAH KARENA KEBATILAN SESUATU YANG AKAN MUSNAH "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar